Welkom bij SMK Bakti Karya

Sabtu, 26 Agustus 2017, kelas profesi di isi oleh kawan baru dari belanda Dorien Van Der Werf dan Vera Ratjs. Keduanya merupakan Sarjana pendidikan berkebutuha khusus. Dorien yang bertemu dengan kang Heru di Batu Karas, diajak untuk ber voluntourism di pangandaran. Salah satu kegiatan mereka adalah mengisi kelas profesi di SMK Bakti Karya

Dorien dan Vera datang hari selasa ke Bakti Karya. Selain mengikuti kelas profesi, pada hari Jumat keduanya juga mengikuti diskusi rutin dan movie night di Sabalad. 

Sesuai keahlian nya, Dorin dan Vera berbagi pengalaman menjadi pendamping bagi anak anak berkebutuhan khusus. Selain anak anak difable, mereka juga pernah berhadapan dengan anak yang memiliki masalah konsentrasi hingga permasalahan keluarga di rumahnya. Dorien di akhir pekan bekerja membantu sleeping home.

Sleeping home merupakan lembaga yang menyediakan rumah singgah bagi anak anak berkebutuhan khusus di akhir pekan. Banyak orang tua dari anak berkebutuhan khusus di belanda menitipkan anaknya di sleeping home. 

Vera punya ceritanya sendiri, ia sering menjadi relawan membantu pengungsi dari negara yang sedang konflik. Selain mengajari bahasa belanda, Vera juga membantu mengurangi trauma anak anak pengungsi dengan bermain dan membantu berbaur dengan lingkungan. Begitu juga dengan orang tua anak anak itupengungsi, Vera membantu mereka beradaptasi dan bisa mandiri di belanda. 

Bagi mereka, menjadi pendamping anak anak berkebutuhan merupakan sebuah hoby. Sehingga Rasa lelah dan letih tidak terasa, justru mereka merasa senang dapat membantu anak anak tersebut.

Di kelas, Dorien dan Vera berdiskusi mengenai kehidupan mereka di belanda. Banyak dari siswa yang terpancing rasa penasarannya. Vera dan Dorien takjub melihat antusias para siswa yang sampai tidak kebagian sesi berpendapat dan bertanya.

“You should be Proud to your students” ujar dorin pada salah satu guru. Menurut merek, bahkan di belanda jarang kelas yang begitu aktif seperti di SMK Bakti Karya.

Vera berharap, masyarakat umum bisa lebih terbuka dan memahami orang dengan difabilitas. “If the society are able to interact with people with dissabilities, without excluding them, so the term dissability will not exist. ” *

    Leave a Message

    Dapatkan Newsletter Dari Kami

    Cart