Saya, Yorlin Kepno, berasal dari Papua Pegunungan, merasakan antusiasme dalam belajar karena melihatnya sebagai sikap semangat, motivasi, dan dorongan yang muncul dari dalam diri tanpa adanya paksaan dari siapapun. Jika saya memiliki kekuatan super, saya ingin kembali ke masa kehilangan sosok seorang ayah yang sangat berharga dalam hidup saya. Bersosialisasi merupakan pengalaman di luar sekolah yang paling berkesan bagi saya, dan untuk mengatasi tantangan dalam pembelajaran, saya biasanya mengulang materi, menciptakan suasana belajar yang kondusif, membuat rangkuman, dan membentuk kelompok belajar.
Bila saya memiliki waktu luang sepanjang hari, saya akan memilih untuk bersosialisasi. Lagu rohani menjadi favorit saya, bukan karena memengaruhi pemikiran atau perasaan, tetapi karena mengingatkan saya untuk selalu mencari Tuhan dalam segala situasi. Cita-cita saya adalah menjadi pendeta dan membanggakan orang tua. Jika saya dapat bertukar tempat dengan seseorang, saya akan memilih untuk menjadi diri saya sendiri pada usia 10-12 tahun, di saat saya belajar berkebun, berburu, dan sekolah bersama ayah dan ibu.
Dalam tiga kata, saya mendeskripsikan diri saya sebagai fokus pada keterampilan prestasi yang dimiliki, lebih selektif dalam memberikan informasi, dan menekankan pencapaian. Saya merasa bangga karena terus belajar dengan orang-orang yang luar biasa.


