BUDIDAYA ” Budidaya pembenihan ikan konsumsi”

Kompetensi Dasar

Tujuan

Tujuan
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. Menyatakan pendapat tentang keragaman sumberdaya
perikanan di Indonesia khususnya ikan asli Indonesia (endemik),
sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur kepada
Tuhan serta bangsa Indonesia.
2. Budidaya ikan khususnya pembenihan ikan yang ada di wilayah
setempat berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan.
3. Merancang kegiatan budidaya ikan, berdasarkan orisinalitas ide
yang jujur dari diri sendiri.
4. Mengetahui teknologi baru (tepat guna) yang digunakan untuk
meningkatkan hasil budidaya ikan yang ramah lingkungan.
5. Melaksanakan dan mempresentasikan kegiatan budidaya ikan
yang ada di wilayah setempat.
6. Menumbuhkan sikap kewirausahaan (enterpreneurship) dalam
bidang budidaya pembenihan ikan

DETAIL PROGRAM

Peta Materi Pembenihan Ikan Konsumsi Air Tawar
Peta Materi Pembenihan Ikan Konsumsi Air Tawar

Langka-langkah Perencanaan Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi

Berikut ini akan dijelaskan langka-langkah memulai dan merencanakan pembudidayaan ikan sebagai konsumsi pangan

1. Ide dan Peluang Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi

Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan budidaya ikan saat ini merupakan salah satu usaha ekonomi produktif bagi masyarakat.

Pada dasarnya segmen usaha budidaya ikan di dasarkan pada proses produksinya, secara umum proses budidaya ikan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yaitu
  1. Usaha pembenihan
  2. Pendederan
  3. Pembesaran ikan

Usaha pembenihan merupakan suatu tahapan kegiatan perikanan yang hasilnya adalah benih ikan. Usaha pembesaran adalah kegiatan perikanan yang output atau hasilnya adalah ikan berukuran konsumsi.

Berbeda dengan usaha pendederan yang merupakan kegiatan perikanan dengan output berupa benih ikan, tapi ukurannya lebih besar dari output pembenihan.

Komoditas usaha yang dipilih dalam kegiatan budidaya ikan sangat bergantung dengan permintaan pasar, teknis operasional, dan implementasinya.

Salah satu permintaan ikan konsumsi yang akan kita ambil contohnya disini adalah ikan lele. Ikan lele yang semakin meningkat menjadikan peluang usaha sangat terbuka bagi para pelaku usaha pembesaran.

Dengan tingkat konsumsi yang tinggi seperti pada warung-warung makanan dengan menu ikan lele, berdampak secara langsung terhadap kebutuhan benih ikan lele oleh para pengusaha.

Kondisi ini membuat para petani pembenihan ikan lele untuk semakin memanfaatkan usaha pemasaran produknya, karena banyak konsumen yang datang langsung ke lokasi pembenihan.

Untuk satu kali siklus usaha pembenihan dengan jangka waktu antara 40 hingga 45 hari dapat menghasilkan benih ikan lele sebanyak 30.000 hingga 50.000 ekor dengan berbagai macam ukuran.

Berdasarkan ukurannya, dalam satu siklus seperti yang dijelaskan di atas sebagian besar ditawarkan atau dijual dengan ukuran 5-6 cm.

2. Sumberdaya yang dibutuhkan dalam Pembenihan Ikan Konsumsi

Apa saja sumber daya yang dibutuhkan untuk pembenihan ikan ?

Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha pembenihan ikan konsumsi diantaranya adalah

a. Man (manusia)

Sumber daya manusia adalah faktor daya yang berasal dari manusia. Dalam sebuah kegiatan usaha, manusia adalah faktor paling penting. Karena sebagai pelaku utama yang melaksanakan proses untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

b. Money (uang)

Uang adalah faktor yang dibutuhkan dalam pembiayaan semua kebutuhan yang diperlukan selama proses produksi, seperti untuk pembelian bahan baku yang akan diolah, perawatan mesin produksi ataupun gaji para karyawan.

c. Material (bahan)

Material adalah bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi sebuah usaha, terdiri dari bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi.

d. Machine (peralatan)

Machine berasal dari bahasa Inggris yang artinya mesin. Mesin adalah salah satu sarana yang sangat dibutuhkan dalam sebuah proses produksi.

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang semakin canggih, alat-alat yang mendukung proses produksi-pun juga menjadi lebih canggih, sehingga dapat menghemat biaya dan tenaga.

e. Method (cara kerja)

Metode adalah penetapan kerja atau tips-tips untuk tercapainya tujuan dalam sebuah proses produksi. Dalam sebuah proses produksi diperlukan metode yang membimbing seseorang untuk menghasilkan produk yang baik.

Tanpa sebuah metode, tidak akan ada petunjuk untuk melaksanakan proses produksi akibatnya produk yang dihasilkan tidak memuaskan.

f. Market (pasar)

Pemasaran merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kelancaran usaha. Jika proses produksi dihentikan maka pengusaha akan kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk mengetahui produk seperti apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat dipasarkan dengan baik.

g. Information (Informasi)

Informasi juga dibutuhkan agar usaha menjadi lebih lancar dan berkelanjutan. Proses produksi tidak akan berkembang dengan baik jika tidak memiliki informasi pasar produk usaha dari seorang professional maupun dari berbagai media, seperti internet, buku, majalah maupun koran.

Perencanaan usaha Pembenihan Ikan Konsumsi

Dalam merencanakan sebuah usaha, kita memerlukan beberapa pokok pikiran yang perlu kita perkirakan. Perencanaan usaha secara umum memuat pokok-pokok pikiran yang terdiri dari beberapa hal seperti di bawah ini.

a. Nama perusahaan

Pemilihan nama perusahaan harus dipikir secara matang-matang, karena penentuan nama perusahaan berdampak jangka panjang. Pemberian nama harus berorientasi ke depan, tidak hanya pada faktor-faktor yang kekinian.

b. Lokasi

Dalam menentukan lokasi perencanaan usaha, kita dapat menentukan berdasarkan jenis usaha yang akan kita buka. Secara umum lokasi terbagi atas lokasi perusahaan, lokasi pertokoan, dan lokasi pabrik atau industri.

Terdapat dua hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi usaha yaitu sebagai berikut
  1. Backward linkage
    Backward linkage disebut juga sebagai pertalian ke belakang, yaitu bagaimana sumber daya atau resources yang akan digunakan. Termasuk dalam hal ini adalah bahan baku, tenaga kerja, suasana, dan kondisi masyarakat setempat.
  2. Forward linkage
    Forward linkage disebut juga sebagai pertalian ke depan, yaitu daerah pemasaran hasil produksi. Apakah tersedia konsumen yang cukup untuk menyerap hasil produksi.

c. Komoditi yang diusahakan

Dalam pemilihan komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal berikut ini.
  1. Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha tertentu, baik berupa barang-barang ataupun jasa.
  2. Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barangbarang atau jasa tertentu.
  3. Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang kita kerjakan.
  4. Adanya kemampuan yang cukup meyakinkan untuk dapat bersaing dalam usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama.

d. Konsumen yang dituju

Dalam menentukan konsumen yang ingin kita capai, prospek konsumen didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usaha yang ingin kita lakukan. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan.

e. Pasar tujuan

Sebuah perusahaan yang mulai memasuki pasar akan menempatkan perusahaannya sebagai pemimpin pasar atau market leader, penantang pasar atau market challenger, pengikut pasar market follower, atau perelung pasar market nicher.

Penguasaan pasar dalam arti menyebarluaskan produk merupakan faktor menentukan dalam pengembangan usaha.

Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli atau kemampuan konsumen.

f. Partner yang diajak kerjasama

Partnership adalah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan.

Meskipun persekutuan banyak dilakukan dalam bidang usaha yang mencari laba, tetapi ada juga persekutuan yang dibentuk tidak untuk mencari laba. Bentuk partnership dapat mengatasi beberapa kekurangan yang terdapat pada bentuk usaha perseorangan.

g. Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan

Pilihlah seseorang untuk menjalankan perusahaan karena kejujurannya.

h. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia

Pada umumnya pengusaha pemula pada saat akan mendirikan usaha, jumlah modal yang tersedia sangat minim. Modal utama adalah semangat dan kejujuran.

Jika modal yang dimiliki pengusaha sangat terbatas, maka dapat dilakukan kerja sama dengan partner, yang masing-masing menyetorkan modalnya. Semua sumber serta kemampuan pengumpulan modal harus dibuat secara tertulis.

i. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan

Peralatan yang perlu disediakan adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Peralatan usaha pertokoan, pasti berbeda dengan usaha kerajinan dan industri. Ketika pertama kali membuka usaha, pikirkan peralatan yang sangat diperlukan atau dibutuhkan.

Peralatan yang tidak begitu dibutuhkan peggunaannya sebaiknya tidak usah dibeli dulu, sebab akan mengganggu uang kas. Ada dua hal yang menjadi pertimbangan dalam menyediakan peralatan yaitu ekonomis dan prestise.

j. Penyebaran promosi

Sebagai suatu usaha baru, tentu belum dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu, harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan atau dipromosikan atau tidak.

Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi, tempat atau media mempromosikan, keunggulan apa yang akan ditunjukkan.

Kebutuhan pasar terhadap Benih Ikan Konsumsi

Sumberdaya perikanan Indonesia dibagi menjadi dua kategori yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Potensi perikanan di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal, namun produksi budi daya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Naiknya jumlah produksi ikan berpengaruh secara langsung dengna kenaikan konsumsi ikan penduduk Indonesia per kapita per tahun.

Tingkat konsumsi ikan penduduk Indonesia pada tahun 2001 sebesar 9,96 kg per kapita per tahun meningkat menjadi 17,01 kg per kapita per tahun pada tahun 2005.

Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (2013), tingkat konsumsi ikan pada tahun 2010 hingga 2012 rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5,44 persen.

Pada tahun 2010, tingkat konsumsi ikan mencapai 30,48 kg per kapita per tahun, pada tahun 2011 sebanyak 32,25 kg per kapita per tahun, sedangkan pada tahun 2012, tingkat konsumsi ikan mencapai 33,89 kg per kapita per tahun.

Kecenderungan ini mendorong berkembangnya usaha-usaha perikanan budi daya, mulai dari pembenihan, pemeliharaan, pengemasan, dan pemasaran.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan benih ikan terus meningkat, sehingga dipastikan usaha pembenihan akan terus berkembang secara pesat.

Alasan lain menyertakan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan menganggap budi daya pembenihan ikan lebih menguntungkan dibandingkan pembesaran. Salah satu usaha pembenihan ikan yang terkenal dan terus berkembang di Indonesia adalah ikan lele.

Lele adalah salah satu jenis ikan yang bergizi tinggi, sehingga mampu mendukung asupan masyarakat untuk konsumsi ikan yang kaya akan omega 3.

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat khususnya di Indonesia, meskipun sebelum tahun 1990-an ikan lele belum begitu popular sebagai makanan lezat, namun oleh warung-warung pecel lele menjadi makanan popular yang merakyat dan menyebar ke mana-mana.

Kabupaten Boyolali salah satu yang memproduksi benih lele per hari lebih dari 175.000, ini membuktikan bahwa Kabupaten Boyolali menjadi salah satu sentra usaha pembenihan ikan lele di Indonesia. Tapi jika kita kaitkan dengan kebutuhan benih lele di wilayah ini yang mencapai lebih dari 300.000 benih per hari membuat peluang usaha pembenihan untuk ikan lele menjadi semakin terbuka.

 

Masuk ke akun kamu

REK. BRI A.n yayasan darma bakti karya
401901007247533