Ide dan Peluang Usaha Makanan Khas Daerah

Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan hasil alam. Berbagai jenis tanaman dan hewan yang dapat kita jadikan sebagai bahan pangan nabati dan hewani dapat dengan mudah kita temui di sekitar kita.

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita hendaknya senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang tidak putus-putusnya diberikan kepada kita. Tuhan telah memberikan karunian-NYA kepada manusia dalam bentuk akal pikiran dan kemampuan berpikir yang melebihi makhluk ciptaan-NYA yang lain.

Dengan akal dan pikiran kita dapat memanfaatkan bahan nabati dan hewani yang terdapat di Indonesia menjadi produk yang beraneka ragam. Salah satu pemanfaatan yang menguntungkan adalah pada produk makanan khas daerah.

Pada awalnya kita hanya bisa menemukan makanan –makanan khas daerah di tempat asalnya saja, namun seiring dengan berkembangnya jaman, kini kita dapat menemukan makanan khas daerah diberbagai macam tempat, tidak hanya di daerah asalnya saja.

Sebagai contoh pempek dan tekwan adalah makanan khas Palembang, kita bisa menemukan penjual pempek dan tekwan diberbagai daerah, bahkan di mancanegara. Ini membuktikan bahwa peluang usaha pempek dan tekwan salah satu yang potensial bagi para wirausahawan kuliner dalam memulai bisnisnya.

Peluang Usaha

Peluang dalam bahasa Inggris disebut opportunity, yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau moment.

Peluang usaha makanan khas daerah merupakan kesempatan yang muncul dan menjadi inspirasi atau ide bagi seseorang dalam melakukan usaha kuliner makanan khas daerah.

Kegiatan pengolahan produk makanan daerah saat ini merupakan salah satu usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat, hal ini karena potensi sumber daya alam di Indonesia cukup potensial untuk diolah menjadi makanan khas daerah, seperti di provinsi Banten yang memiliki potensi hasil budidaya perikanan yang dimanfaatkan menjadi makanan khas daerah, atau seperti sate bandeng, sehingga meningkatkan perekonomian daerah provinsi Banten tersebut.

Peluang Usaha

Dalam menciptakan peluang usaha pengolahan makanan khas daerah banyak faktor yang berpengaruh, diantaranya adalah

a. Ide Usaha

Beberapa faktor yang dapat memunculkan ide usaha diantaranya dapat di bagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor Internal

Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Yang termasuk kedalam faktor internal diantaranya adalah:
  1. Pengetahuan yang dimiliki
  2. Pengalaman yang pernah dilalui
  3. Kemampuan untuk melihat dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran
  4. Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.

Faktor internal seseorang dapat menimbulkan kreatifitas yang menjadi ide dalam menciptakan suatu inspirasi produk untuk memanfaatkan alam sekitarnya agar menjadi peluang usaha.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal, adalah hal–hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, seperti:
  1. Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan
  2. Kesulitan yang dihadapi sehari–hari
  3. Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain
  4. Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru

b. Risiko Usaha

Resiko usaha adalah kegagalan atau ketidak berhasilan dalam menangkap peluang usaha.

Dalam usaha makanan khas daerah, resiko untuk mengalami kerugian bahkan kebangkrutan terbuka lebar. Oleh karena itu sebelum memulai usaha, kita harus menganalisa risiko yang ada.

Risiko usaha dapat timbul atau diakibatkan oleh
  1. Permintaan (perubahan mode, selera, dan daya beli)
  2. Perubahan kongjungtur (perubahan kondidi perekonomian yang pasang surut)
  3. Persaingan
  4. Akibat-akibat lain, seperti bencana alam, perubahan aturan, perubahan teknologi, dan lain sebagainya.

Yang Dapat Kita Lakukan Untuk Mengurangi Resiko Usaha

Terdapat berapa unsur-unsur yang dapat dilakukan dalam mengurangi risiko usaha, diantaranya adalah sebagai berikut
  1. Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha, peluang, dan kekuatan perusahaan
  2. Adanya keinginan kuat untuk berprestasi, dorongan berinisiatif, dan motivasi untuk melaksanakan strategi usaha.
  3. Adanya kemampuan merencanakan strategi untuk mewujudkan perubahan di dalam lingkungan usahanya.
  4. Adanya kreativitas dan inovatif dalam menerapkan cara mengolah modal usaha untuk memperoleh keuntungan

Selain unsur-unsur yang telah disebutkan di atas kemampuan seorang wirausahawan dalam pengambilan resiko dapat meminimalisir risiko usaha tersebut. Untuk itu penting bagi kalian mengetahui apa saja tugas seorang wirausaha.

Tugas Seorang Wirausaha

Tugas seorang wirausaha di dalam pengambilan risiko diantaranya adalah sebagai berikut
  1. Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan waktu sekarang
  2. Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen
  3. Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi permintaan konsumen
  4. Memberikan kepercayaan kepada pembuat produk yang lebih kecil
  5. Mengumpulkan informasi usaha
  6. Mengurangi resiko usaha

Dalam melakukan usaha, sebaiknya kita memiliki etika bisnis yang sesuai dengan aturan agama yang berdasarkan iman kepada Tuhan YME sebagai tanda syukur atas nikmat yang diberikan.

Penting kalian ingat, bahwa usaha tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi juga harus memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar.

Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha Pengolahan Makanan

Dalam melakukan usaha ada dua kemungkinan yang dapat terjadi yaitu kegagalan dan keberhasilan.

Setiap orang pada umumnya tidak mau menerima yang namanya kegagalan. Hanya segelintir kecil orang yang dapat memahami bahwa sesungguhnya kegagalan itu hanya sementara saja karena kegagalan merupakan awal dari keberhasilan.

Jika seseorang mempunyai mental dan pribadi wirausaha, dia tidak akan putus asa bila mengalami kegagalan. Dia akan berusaha bangkit lagi sampai berhasil memperoleh apa yang menjadi tujuan atau harapannya.

Seorang wirausahawan yang tangguh akan menggunakan kegagalannya sebagai pengalaman dan tidak akan mengulangi kegagalan serupa. Sama juga dengan keberhasilan. Jangan sampai keberhasilan yang diperoleh membuat kita terlena sehingga tidak mau lagi melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan keberhasilan usaha.

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seorang wirausahawan itu dikatakan berhasil atau gagal.

Sebagai seorang wirausahawan, keberhasilan dan kegagalan dapat dibayangkan sebagai dua sisi mata uang, ini berarti bahwa sewaktu-waktu ia dapat mencapai hasil yang baik, tetapi di waktu yang lain ia kurang berhasil.

Oleh karena itu diperlukan identifikasi terhadap faktor apa saja yang dapat menyebabkan kegagalan atau keberhasilan.

Keberhasilan Seorang Wirausaha

Keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Keyakinan yang kuat dalam berusaha
  2. Sikap mental yang positif dalam berusaha
  3. Percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri
  4. Tingkah laku yang bertanggungjawab
  5. Inovatif dan kreatif
  6. Keunggulan dalam menjalankan usaha
  7. Sasaran yang tepat dalam memulai usaha
  8. Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien
  9. Pengembangan diri
  10. Selalu mengadakan evaluasi atas usaha yang dijalankan

Kegagalan Seorang Wirausaha

Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah sebagai berikut:
  1. Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha
  2. Kurang berambisi
  3. Tidak disiplin
  4. Pendidikan yang tidak cukup
  5. Sikap selalu menunda-nunda
  6. Kesehatan terganggu
  7. Kurang tekun
  8. Kepribadian yang negatif
  9. Tidak jujur
  10. Tidak dapat bekerjasama dengan orang lain

Faktor Nonteknis Penentu Keberhasilan dan Kegagalan Usaha

Ada juga faktor-faktor non teknis yang menentukan keberhasilan atau kegagalan suatu usaha makanan khas daerah diantaranya adalah
  1. Menetapkan perencanaan, untuk usaha makanan khas daerah harus dibuat dengan perencanaan yang sangat matang, seperti
    1. Rencanakan jenis makanan
    2. lokasi usaha
    3. penyedia bahan makanan
    4. alat yang dibutuhkan
    5. dan lain-lain.
  2. Menetapkan tujuan, seperti tujuan pengolahan makanan khas daerah harus jelas, apakah usaha makanan khas daerah yang dilakukan hanya untuk hobi atau untuk mendapatkan profit atau keuntungan.
  3. Adaptasi, dalam menghadapi tantangan dan persaingan dalam bisnis usaha makanan tidak akan ada habisnya. Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk beradaptasi dalam mengatasi tantangan-tantangan.
    Kemampuan seorang wirausahawan dalam menghadapi tantangan dapat menentukan apakan usaha bisa bertahan atau tidak.
  4. Inovasi adalah faktor yang sangat penting untuk keberlanjutan usaha makanan khas daerah. Seorang wirausahawan makanan khas daerah harus terus-menerus fokus untuk selalu melakukan inovasi dan peningkatan mutu agar pelanggan selalu merasa terikat dengan usaha makanan yang dirintis baik dalam hal rasa, bentuk maupun pelayanan.
  5. Pemasaran merupakan kunci keberhasilan suatu usaha tidak terkecuali usaha makanan khas daerah. Walaupun produk makanan khas daerah yang kita hasilkan memiliki cita rasa yang enak dengan kualitas yang prima, namun jika pemasaran terhadap barang yang kita produksi buruk maka usaha yang kita jalani tidak akan berlanjut.
  6. Jangan mengeluh dan jangan menyerah merupakan kunci utama suatu usaha.

Pemetaan Peluang Usaha

Ancaman dan peluang dalam membuka usaha akan selalu ada, oleh sebab itu penting untuk melihat dan memantau perubahan lingkungan yang terjadi dan kemampuan dalam beradaptasi dari suatu usaha agar bisa tumbuh dan bertahan dalam ketatnya persaingan.

Sebelum melakukan usaha, seorang wirausahawan harus melakukan pemetaan peluang usaha.

Pemetaan peluang usaha dilakukan untuk menemukan peluang usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Pemetaan usaha juga dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi usaha yang ada dan berapa lama suatu usaha dapat bertahan.

Pemetaan potensi usaha daerah didasarkan pada sektor unggulan daerah tersebut demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan mengedepankan kewilayahan dan pemerataan.

Metode Pemetaan Potensi Usaha

Terdapat beberapa cara atau metode dalam melakukan pemetaan potensi usaha, baik secara kuantitatif maupun kualitatif diantaranya adalah dengan melakukan analisa SWOT.

Apa itu Analisis SWOT

Analisa SWOT adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal dan eksternal wirausaha atau perusahaan, dimana
  1. Analisa internal lebih menitikberatkan pada Kekuatan (strength) dan Kelemahan (weakness)
  2. Analisa eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua gejala peluang (opportunity) yang ada dan yang akan datang serta ancaman (threat) dari adanya kemungkinan pesaing atau calon pesaing.

Contoh analisis SWOT pada makanan khas daerah (rendang)

Rendang merupakan salah satu jenis makanan yang diminati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat sehingga peluang usaha sangat terbuka bagi para pelaku usaha pembuatan rendang.

Dengan tingkat konsumsi yang tinggi, antara lain hampir sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan menu rendang untuk acara pesta maupun untuk dikonsumsi sehari-hari berdampak secara langsung kepada upaya pemenuhan kebutuhan makanan bagi masyarakat.

Kondisi ini membuat pedagang rendang tidak membutuhkan usaha khusus untuk memasarkan produknya. Pembeli akan datang langsung ke tempat pedagang rendangbaik yang di rumah makan maupun di rumah dalam bentuk usaha catering.

Analisis SWOT didahului dengan proses identifikasi faktor eksternal dan internal. Untuk menentukan strategi yang terbaik, kita dapat memberikan pembobotan terhadap tiap unsur SWOT berdasarkan tingkat kepentingan.

Analisis SWOT dilakukan melalui proses wawancara pedagang rendang dengan menggunakan kuesioner. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait pertanyaan wawancara adalah seperti aspek sosial, ekonomi, dan teknik pembuatan rendang untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan usaha.

Berikut ini adalah contoh hasil studi kasus analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang:
  1. Analisis Kekuatan (strength)
    1. Rendang merupakan salah satu jenis makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia
    2. Harga jual bersaing
    3. Bahan-bahan untuk pembuatan rendang mudah dicari.
    Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:
    1. Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah
    2. Usahakan terus untuk mempertahankan harga
    3. Semakin menonjolkan keunggulan rendang yang akan dipasarkan tidak menggunakan bahan pengawet dan dijamin sehat
  2. Analisis Kelemahan (Weakness)
    1. Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil
    2. Daging sapi seringkali dicampur dengan jenis daging lain.
    Hal yang perlu dilakukan setelah analisis
    1. Tonjolkan pada bentuk rasa sehingga walaupun porsinya tidak besar, tetapi karena harganya murah makan akan tetap memiliki daya tarik bagi pembeli
    2. Telitilah dalam membeli daging. Kenali bentuk daging sapi asli dan daging lain (misalnya babi) dan bentuk daging sapi yang sudah dicampur dengan daging yang lain
  3. Analisis Kesempatan (Opportunity)
    1. Dapat melayani pesanan pesta atau catering
    2. Dapat membuka warung makan atau restoran dengan menu khas rendang yang lezat.
    Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:
    1. Menyiapkan dan mulai menawarkan rendang pada pelanggan yang membutuhkan baik untuk pesta, event tertentu maupun untuk makanan sehari-hari. Mulailah membuat rencana pemasaran rendang dari rumah ke rumah atau melalui jasa online
    2. Mulai membuat rencana untuk membuka warung atau rumah makan yang membuat menu rendang.
  4. Analisis Ancaman (Treat)
    1. Semakin banyak pesaing muncul bila rendang buatan kita disukai konsumen.
    2. Kemungkinan harga pesaing lebih murah dari harga yang kita tawarkan.
    Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :
    1. Menjaga kualitas rendang yang kita buat sehingga pelanggan tetap akan datang ke tempat usaha makanan kita dan tidak akan berpaling dengan usaha makanan rendang yang lain.
    2. Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika harga bahan baku (daging) sedang naik di pasaran. Kita dapat tetap menggunakan harga lama dengan kualitas rasa yang tetap namun dengan porsi yang lebih diperkecil.

Hasil studi analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang diurutkan berdasarkan tingkatan nilai tertinggi.

Analisis SWOT berupa hasil perhitungan nilai tertimbang faktor internal dan eksternal, yaitu perhitungan S – W sebagai sumbu horizontal yang merupakan hasil pengurangan antara kekuatan – kelemahan dari faktor internal dan perhitungan nilai O – T sebagai sumbu vertikal, yaitu peluang dikurangi ancaman menghasilkan strategi yang tepat dalam pengembangan usaha pembuatan rendang. Data tersebut dan setelah dilakukan analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha pembuatan rendang memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan dengan ancaman.

Strategi yang dapat diterapkan untuk contoh di atas adalah sebagai berikut.
  1. Memanfaatkan sumberdaya manusia secara optimal untuk meningkatkan kualitas masakan sehingga memenuhi kebutuhan dan selera pembeli.
  2. Meningkatkan kualitas rasa dan tampilan pengemasan

Sumber daya yang Dibutuhkan dalam Sebuah Usaha

Indonesia adalah negara yang kaya terutama dalam kulinernya yang sangat luar biasa baik ragam maupun cita rasanya. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki makanan khas. Oleh karena itu perkembangan usaha makanan khas daerah di Indonesia tidak dapat diragukan lagi jelas menguntungkan.

Produk kuliner dari yang diolah secara tradisional hingga modern. Bahkan berbagai varian baru muncul sebagai hasil eksperimen dan modifikasi.

Makanan khas daerah menggunakan bahan pangan nabati dan hewani yang menjadi potensi dan unggulan daerah. Beberapa daerah bahkan mempunyai lebih dari satu makanan khas.

Misalnya saja pada Jawa Barat dengan bahan baku utama singkong, diolah makanan yang menjadi makanan khas daerah berupa tape, suwar-suwir atau dodol tape, proll tape dan brownis tape.

Selain memiliki makanan khas yang berbeda, rasanya juga terbilang sangat variatif. Hal itu menunjukkan bahwa usaha makanan khas daerah memanfaatkan sumber daya alam. Namun untuk membuat sebuah produk makanan khas daerah, bukan hanya sumber daya alam saja yang kita butuhkan.

Sumber Daya Untuk Membuat Usaha Makanan Khas Daerah

Berikut ini adalah sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat usaha makanan khas daerah, diantaranya adalah

1. Man (manusia)

Dalam sebuah kegiatan usaha, manusia adalah faktor paling penting.

Manusia memiliki peran sebagai pelaku yang melaksanakan proses kerja untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu sumber daya manusia juga dibutuhkan dalam usaha makanan khas daerah seperti pekerja terdidik dan terlatih.

2. Money (uang)

Uang digunakan untuk membiayai semua kebutuhan yang diperlukan selama proses produksi. Misalnya untuk membiayai pembelian bahan baku yang akan diolah, perawatan mesin produksi dan menggaji para karyawan.

3. Material (bahan)

Material merupakan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi sebuah usaha

Material terdiri dari bahan mentah, bahan setengah jadi serta bahan jadi.

Biasanya untuk membuat makanan khas daerah digunakan bahan mentah untuk kemudian diolah menjadi bahan jadi untuk dijual.

4. Machine (peralatan)

Machine(mesin) termasuk salah satu sarana yang sangat diperlukan dalam menjalankan sebuah proses produksi. Saat ini seiring dengan berkembangnya jaman dan teknologi yang semakin canggih, alat-alat yang mendukung proses produksi pun juga turut menjadi lebih canggih, sehingga dapat menghemat biaya dan tenaga bahkan dapat membuat bentuk dan tampilan produk menjadi lebih bagus.

5. Method (cara kerja)

Metode adalah penetapan kerja atau tips-tips untuk tercapainya tujuan dalam sebuah proses produksi.

Seorang wirausahawan harus memiliki pengetahuan tentang cara kerja pembuatan suatu produk makanan khas daerah untuk menghasilkan produk yang baik sehingga produk yang dihasilkan lebih memuaskan.

6. Market (pasar)

Pemasaran menjadi tujuan akhir dari produksi makanan khas daerah.

Pemasaran merupakan hal yang sangat penting karena apabila pemasaran tidak berjalan lancar, modal produksi tidak akan kembali dan proses produksi terpaksa akan dihentikan.

Jika proses produksi dihentikan maka wirausahawan akan kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu seorang wirausahawan dituntut untuk memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara memasarkan suatu produk sehingga produk yang dihasilkan dengan mudah dapat dikenal olah konsumen.

7. Information (Informasi)

Proses produksi tidak akan berkembang dengan sempurna jika didukung oleh informasi yang baik dari orang yang lebih berpengalaman maupun dari berbagai media, seperti internet, buku, majalah maupun koran.

Perencanaan Pemasaran Usaha Makanan

Ketika kita menjalankan usaha makanan khas daerah, tidak hanya modal dan produk berkualitas saja yang dibutuhkan. Selalu saja aspek pemasaran juga sangat dibutuhkan agar bisnis yang dijalankan dapat menghasilkan omset sesuai target yang telah ditetapkan.

Usaha makanan khas daerah merupakan salah satu usaha yang memiliki potensi yang cukup besar. Sudah banyak pelaku usaha yang berhasil menggeluti usaha ini. Namun tidak sedikit pelaku usaha makanan yang gagal dikarenakan strategi pemasaran yang digunakan kurang tepat.

Untuk menghindari bangkrutnya suatu usaha harus direncanakan strategi pemasaran usaha makanan yang tepat.

Strategi-strategi Dalam Membuka Usaha Makan

Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membuat suatu usaha makanan agar dapat tetap bertahan adalah sebagai berikut,

1. Buatlah nama untuk bisnis makanan semenarik mungkin

Nama usaha akan menjadi image yang tertanam pada konsumen, hal ini penting agar mereka mudah untuk mengingat usaha makanan yang dibuat.

Jadi sebelum membuka usaha makanan, siapkan terlebih dahulu nama usaha makanan yang menarik, unik, dan mudah diingat oleh para konsumen. Selain itu sesuaikan nama dengan usaha yang dijalankan dengan daerah asal makanan.

Nama usaha dapat ditempatkan di depan lokasi usaha dengan menggunakan neon box ataupun x–baner dengan ukuran yang besar dan mudah terlihat agar konsumen yang kebetulan lewat, tertarik untuk mampir membeli produk makanan yang ditawarkan.

2. Perkenalkan usaha olahan makanan kepada masyarakat

Memulai pemasaran dengan memperkenalkan makanan khas daerah yang dibuat kepada masyarakat sekitar. Ini dapat dilakukan dengan cara membuat acara atau mengundang masyarakat luas untuk berkunjung ke lokasi usaha.

Disamping itu pemasaran juga bisa dilakukan dengan mengambil karyawan yang bertempat tinggal di sekitar lokasi. Secara tidak langsung karyawan tersebut akan mempromosikan tempat kerja mereka kepada kerabat serta rekan mereka.

Pada kesempatan tersebut dapat juga dilakukan survey untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan produk dari pendapat konsumen secara langsung melalui angket. Dengan demikian kita dapat selalu mengadakan perbaikan produk sesuai dengan keinginan konsumen.

3. Berikan potongan harga untuk acara tertentu

Kalian dapat memberikan potongan harga untuk beberapa acara kegiatan tertentu, sebagai contoh pada saat grand opening, ulang tahun usaha tersebut dan lain-lain. Selain itu dapat juga memberikan paket harga khusus pada saat hari–hari tertentu.

misalnya dengan memberikan harga paket keluarga di hari raya seperti lebaran atau tahun baru. Potongan harga atau harga paket khusus akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk berkunjung ke tempat usaha.

Gunakanlah brosur, pamfet, atau pun spanduk untuk mempromosikan produk makanan kalian.

4. Membangun jaringan dengan usaha lain yang dapat mendukung usaha makanan yang dibuat.

Jaringan merupakan pemasaran yang sangat efektif. Mulailah dengan membuat jaringan usaha dengan rekan maupun kerabat dekat yang memang bisa membantu untuk mengembangkan bisnis.

Cara membangun jaringan dapat kita lakukan dengan memberikan tes produk pada rekan atau kerabat, misalnya dengan mengajak rekan dan kerabat untuk berkunjung mencicipi makanan yang dibuat.

Jika rekan atau kerabat tertarik dengan produk tersebut, mereka akan senang jika diajak untuk bekerja sama dengan usaha yang sudah dibuat. Begitu banyak peluang yang akan muncul, bila memiliki jaringan usaha yang cukup luas.

5. Menciptakan inovasi untuk menu–menu yang akan ditawarkan

Agar terhindar dari kejenuhan konsumen, ciptakan inovasi pada menu–menu yang ditawarkan minimal 6 bulan sekali. Banyaknya variasi menu yang ditawarkan, akan menjadi daya tarik tersendiri.

Misalnya usaha bakso, malang bisa diberikan inovasi dengan menambah menu bakso isi keju, bakso isi telur, bakso isi buah, hingga bakso ikan dan bakso udang. Menu yang bervariasi dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi warung usaha bakso yang baru dirintis.

6. Meningkatkan kualitas pelayanan

Ketika pemberian pelayanan bagi para konsumen, perhatikan waktu penyajian makanan, kualitas cita rasa makanan serta kebersihan dan keamanan tempat usaha.

Konsumen dapat merasa tidak nyaman ketika menunggu penyajian makanan yang terlalu lama, untuk itu usahakan untuk tepat waktu dalam memberikan pelayanan. Selain itu jaga kualitas cita rasa makanan yang diproduksi, sehingga konsumen tidak kecewa jika makanan yang mereka pesan ternyata tidak enak.

Jagalah kebersihan dan keamanan lokasi usaha makanan khas daerah yang dibuka, sehingga konsumen yang makan merasa nyaman dan senang untuk berkunjung kembali ke lokasi usaha.

Pada dasarnya, pemasaran usaha sangat penting, khususnya dengan melakukan promosi usaha secara total baik dari mulai dibuka sampai usaha makanan khas daerah sudah dapat berjalan, lakukan terus promosi dan pemasaran secara terus menerus. Jika perlu sisihkan 5–10 % omset untuk biaya promosi dan pemasaran usaha.

Penyusunan Proposal Usaha Makanan

Dewasa ini jumlah masyarakat Indonesia yang belum atau tidak berkerja semakin meningkat. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat untuk memanfaatkan peluang bisnis dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

Hal ini menyebabkan semakin meningkatnya krisis ekonomi di masyarakat. Padahal sesungguhnya pemanfaatan sumber daya alam dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru jika dijadikan usaha salah satu contohnya usaha makanan khas daerah yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan perekonomian bagi keluarga dan masyarakat.

Banyak jenis makanan khas daerah yang bisa dibuat dan memiliki daya jual yang cukup tinggi. Seseorang yang akan memulai usaha makanan khas daerah sebaiknya membuat perencanaan yang disusun dalam sebuah proposal.

Isi Proposal Usaha

Isi proposal perencanaan usaha meliputi penjelasan tentang beberapa hal sebagai berikut.
  1. Visi dan misi
  2. Tujuan kegiatan usaha
  3. Maksud kegiatan usaha
  4. Profil usaha makanan khas daerah
  5. Strategi pasar
  6. Analisis SWOT
    Analisis SWOT ditujukan sebagai kelayakan usaha atau sebagai acuan untuk menghadapi persaingan dalam bidang usaha.
    Setiap kegiatan untuk memulai usaha harus mengukur kemampuan terhadap lingkungan atau pesaing melalui SWOT.
  7. Proses Produksi
    Proses produksi meliputi penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan dalam membuat produk makanan khas daerah dari mulai persiapan hingga pengemasan produk.

Perencanaan Strategi pasar

Sebelumnya pada penjelasan di atas sudah dijelaskan, bahwa perencanaan strategi pasal merupakan salah satu prasyarat dalam pembuatan proposal usaha, namun kita belum menjelaskan strategi pasar yang bagaimana yang dimaksud. Berikut ini adalah tiga jenis perencanaan strategis pasar.

1. Segmenting

Segmenting pasar adalah dengan menjadikan pembeli sebagai target yang akan di capai, produk yang dibuat adalah produk yang dapat di nikmati oleh berbagai kalangan dari masyarakat dengan tingkatan berbeda, anak-anak hingga orang dewasa.

2) Targeting

Target pasar adalah pada kalangan masyarakat setempat pengguna produk.

3) Positioning

Positioning adalah inovasi dengan cara menambahkan bahan baru yang membedakan makanan ini dengan makanan sejenis yang ada sehingga tampilan lebih menarik rasa lebih unggul dan kualitas sangat baik, sehingga konsumen dapat mengenali dengan mudah produk yang dibuat.

 

 

Masuk ke akun kamu

REK. BRI A.n yayasan darma bakti karya
401901007247533