Dalam pembuatan suatu produk kerajinan, pasti membutuhkan banyak bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logam, batu, atau rotan.

Tapi, ada juga pembuatan produk kerajinan yang memanfaatkan bahan sintetis sebagai bahan kerajinan seperti limbah kertas, plastik, dan karet.

Produk kerajinan di setiap daerah memiliki ciri khas lokal yang menjadi unggulan daerah mereka. Contohnya, Kasongan di Daerah Istimewa Yogyakarta, sumber daya alam yang banyak tersedia adalah tanah liat, kerajinan yang berkembang adalah kerajinan gerabah.

Palu di Sulawesi Tengah, banyak menghasilkan tanaman kayu hitam, kerajinan yang berkembang berupa bentuk kerajinan kayu hitam.

Kapuas di Kalimantan Tengah, memiliki sumber daya alam yang banyak menghasilkan rotan dan getah nyatu sehingga kerajinan yang berkembang di kalimantan tengah adalah anyaman rotan dan getah nyatu. Secara umum jenis bahan limbah produk kerajinan dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu

  1. Bahan limbah berbentuk bangun datar
  2. Bahan limbah berbentuk bangun ruang

Beberapa kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar akan diuraikan secara singkat pada penjelasan di bawah ini. Tapi, perlu di ingat bahwa ini hanya merupakan contoh saja, jadi kita dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan dan diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan lainnya sebagai bahan pengayaan.

Aneka Produk Kerajinan Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Berikut ini adalah beberapa produk kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar, diantaranya adalah

  1. Kerajinan dari Limbah Kulit Jagung

Kulit jagung merupakan limbah pertanian dari tanaman jagung. Kulit jagung sering kali tidak diperhatikan, bahkan banyak orang yang menganggap sampah sehingga biasanya dibuang.

Sampah kulit jagung bisa menjadi benda kerajinan yang sangat bernilai dan bisa mendatangkan keuntungan. Kerajinan dari limbah kulit jagung ini sangat unik dan menarik.

  1. Kerajinan dari Limbah Plastik

Sampah plastik termasuk ke dalam sampah anorganik yang sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme, butuh waktu bertahun-tahun supaya plastik dapat terurai dan akhirnya menyatu dengan tanah.

Karena itu, pemanfaatan sampah plastik untuk karya kerajinan sangat membantu, terutama dalam pemeliharaan lingkungan.

Saat ini sudah banyak kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar limbah plastik seperti tas, dompet, cover meja, tempat tisu, dan masih banyak lagi.

  1. Kerajinan dari Limbah Daun Pelepah Pisang

Sebagian besar masyarakat menganggap daun pelepah pisang kering adalah sampah yang tidak berguna. Daun pelepah pisang kering hanya dibakar karena dianggap sampah yang hanya mengotori kebun.

Ternyata daun pelepah pisang kering dapat dijadikan sebagai kerajinan yang indah dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kerajinan tangan dari daun pelepah pisang kering sebaiknya menggunakan daun yang berwarna kuning hingga daun yang berwarna cokelat dan benar-benar kering.

  1. Kerajinan dari Limbah Kertas

Kertas adalah termasuk bagian dari limbah organik kering, hal ini karena kertas mudah terurai dalam tanah. Meskipun kertas mudah hancur jika terkena air, namun jika digunakan sebagai bahan dasar produk kerajinan, kertas dapat diolah sedemikian rupa sehingga tidak mudah hancur.

Cara mengolah kertas agar tidak cepat hancur adalah dengan menambah kandungan lem atau zat pelindung anti air seperti melamin atau politur, dapat pula dengan dilapisi plastik. Limbah kertas dapat digunakan sebagai benda kerajinan dengan berbagai teknik seperti teknik anyaman, teknik sobek, teknik lipat, dan teknik gulung atau pilin. Berbagai karya yang dapat diciptakan dari limbah kertas seperti keranjang, sandal, wadah serbaguna, vas bunga,bunga, wadah tisu, taplak, boneka, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

  1. Kerajinan dari Limbah Kain Perca

Kebutuhan sandang manusia atau pakaian merupakan kebutuhan primer sehari-hari yang harus dipenuhi.

Produksi pakaian yang dilakukan para penjahit atau konveksi, menghasilkan banyak limbah kain atau kain perca setiap harinya. Limbah kain perca dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan yang unik dan menarik. Bahkan dari busana sendiri dapat dihasilkan dari kain-kain perca yang dijahit bersambung-sambungan. Bagi sebagian orang ada juga yang berminat pada busana jenis ini karena unik. Saat ini sudah semakin banyak orang yang melirik produk kerajinan berbahan kain perca, karena selain murah juga desainnya unik.

  1. Kerajinan dari Limbah Kardus

Kardus bekas kadang menjadi sebuah benda yang menumpuk dan memenuhi ruangan sehingga mengganggu pemandangan, dan kadang dibuang begitu saja di tempat sampah. Saat ini sudah banyak kardus bekas yang dapat kita temukan di lingkungan kita. Hal ini dikarenakan hampir setiap barang kebutuhan kita sehari-hari menggunakan kardus sebagai pembungkusnya.

Untuk seseorang yang berjiwa wirausaha, alangkah lebih bagus bila kardus tersebut dimanfaatkan menjadi sebuah kerajinan unik dan juga memiliki nilai seni yang tinggi.

  1. Kerajinan dari Limbah Sisik Ikan

Sisik ikan pada dasarnya hanya dibuang karena dianggap sebagai limbah yang tidak bermanfaat. Nyatanya sisik ikan dapat dimanfaatkan untuk benda kerajinan, seperti untuk kerajinan aksesori. Tiap ikan memiliki sisik yang berbeda-beda, baik dari ukuran dan ketebalannya. Sisik ikan kakap sering digunakan sebagai produk kerajinan karena sisiknya lebih terlihat kokoh, tebal, dan besar dibanding sisik ikan mas atau mujair. Limbah sisik ikan dapat kita jadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori seperti cincin, kalung, anting-anting, bros, dan gelang. Hasilnya terlihat unik, artistik, dan menarik.

  1. Kerajinan dari Pecahan Keramik

Pecahan keramik ternyata dapat dimanfaatkan untuk kerajinan atau hiasan. Pecahan-pecahan keramik dapat dijadikan sebagai hiasan mozaik, atau hiasan yang lainnya. Biasanya mozaik hasil pecahan keramik disusun dan digunakan untuk membuat gambar bercorak abstrak atau background dari suatu gambar untuk melapisi dinding dan lantai agar terkesan unik.

Manfaat Kerajinan Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Manfaat produk kerajinan bahan limbah berbentuk bangun datar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu

  1. Manfaat produk kerajinan sebagai benda pakai
  2. Manfaat produk kerajinan sebagai benda hias
  1. Manfaat Produk Kerajinan sebagai Benda Pakai

Sebagai benda pakai, hasil produk kerajinan dibuat mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.

  1. Manfaat Produk Kerajinan sebagai Benda Hias

Produk kerajinan sebagai benda hias seperti segala macam bentuk kerajinan yang dibuat dengan tujuan untuk dipajang atau digunakan untuk hiasan.

Potensi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Produk kerajinan di suatu daerah pastinya memiliki perbedaan dengan daerah lainnya. Masing-masing daerah memiliki ciri khas masing-masing terutama pada kerajinan yang menjadi unggulan daerahnya. Hal ini tentu karena sumber daya yang dimiliki dari masing-masing daerah berbeda.

Di bawah ini merupakan beberapa contoh hasil limbah berbentuk bangun datar yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan, dilihat dari kondisi wilayahnya.

  1. Daerah pesisir pantai atau laut
    Limbah berbentuk bangun datar yang banyak dapat kita temukan adalah seperti sisik ikan, daun pandan, daun kelapa dan dan masih banyak lagi.
  2. Daerah pegunungan
    Limbah berbentuk bangun datar yang banyak di buat di daerah ini adalah seperti kulit pete cina, daun-daunan kering, kulit buah-buahan yang bertekstur keras seperti salak, dan masih banyak lagi.
  3. Daerah pertanian
    Limbah berbentuk bangun datar yang didapat pada daerah ini adalah jerami padi, kulit jagung, batang daun singkong, kulit bawang, dan lainnya.
  4. Daerah perkotaan
    Limbah berbentuk bangun datar yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya seperti kardus, serbuk gergaji, kertas, serutan kayu, mika, plastik, dan masih banyak lagi.

Macam-macam limbah berbentuk bangun datar memiliki banyak manfaat khususnya sebagai bahan pembuatan produk kerajinan. Proses pengolahan masing-masing bahan limbah berbentuk bangun datar secara umum adalah sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin.

Proses pengolahan limbah berbentuk bangun datar sebagai produk kerajinan pada umumnya dapat dilakukan melalu tahap sebagai berikut.

  1. Pemilahan bahan limbah

Sebelum diolah, limbah harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan mana yang masih dapat dipergunakan dan mana yang sudah seharusnya dibuang. Pemilahan dilakukan secara manual atau melalui orang secara langsung dan disesuaikan dengan tujuan penggunaan bahan yang ingin atau telah dirancang.

  1. Pembersihan limbah

Limbah yang sudah dipilih harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa bahan yang telah dimanfaatkan sebelumnya. Sebagai contoh limbah kulit jagung, maka kulit jagung harus dipisahkan dari tongkol dan rambutnya. Lalu apakah tongkol dan rambutnya juga akan didaur ulang atau tidak, itu tergantung dari perancangan produk kerajinan yang akan dibuat.

  1. Pengeringan

Limbah basah harus diolah terlebih dahulu seperti dikeringkan di bawah sinar matahari langsung atau dengan alat pengering, agar kadar air yang terdapat pada limbah basah dapat hilang dan limbah dapat diolah dengan sempurna.

  1. Pewarnaan

Pewarnaan pada limbah merupakan selera dari pembuat kerajinan. Jika dalam merancang diperlukan bahan yang diberi warna maka diwarnai terlebih dahulu.Proses pemberian warna yang umum dilakukan untuk bahan limbah basah adalah dengan cara dicelup atau direbus bersama dengan zat warna tekstil agar menyerap. Sedangkan bahan limbah kering dapat diwarnai dengan cara divernis atau dipolitur, dapat pula dicat menggunakan cat akrilik atau cat minyak.

  1. Pengeringan setelah pewarnaan

Setelah melalui proses pewarnaan, berikutnya bahan dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau dengan alat pengering agar warna kering sempurna tidak mudah luntur

  1. Finishing

Bahan limbah yang sudah kering dapat langsung difinishing supaya mudah diproses menjadi karya. Proses finishing dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti diseterika untuk limbah kulit agar tidak kusut, atau bisa juga digerinda, atau diamplas.

Perencanaan Produksi Kerajinan Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Untuk membuat produk kerajinan diperlukan perencanaan yang matang, sebagai contoh pada produk kerajinan pakaian. Dalam perancangan produk kerajinan pakaian diperlukan berbagai interaksi ilmu pengetahuan seperti sebagai berikut

  1. Pengetahuan tentang kebiasaan masyarakat (antropologi dan sejarah)
  2. Ukuran badan (antropometri)
  3. Ukuran pakaian (standardisasi)
  4. Bentuk dan perhiasan (pendidikan moral: etika, gaya hidup)
  5. Pengetahuan bahan (fisik)
  6. Teknik pembuatan (rekayasa)
  7. Perhitungan biaya produksi (akuntansi)
  8. Promosi (publikasi)
  9. Pemasaran (marketing)
  10. Kemasan (desain)
  11. Ilmu yang lainnya

Perencanaan produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai estetika, keunikan (crafmanship), keterampilan, dan efsiensi. Sementara dalam pemenuhan fungsinya lebih menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fsiologis), seperti benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, sandang, dan sebagainya.

Perencanaan produk kerajinan harus memiliki unsur estetika serta ergonomis.

Yang dimaksud dengan unsur estetika dan ergonomis disini adalah sebagai berikut:

  1. Unsur Estetika

Unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan. Keindahan merupakan nilai-nilai estetis yang melekat pada sebuah karya seni. Keindahan dapat juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap obyek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah obyek yang terdapat unsur keindahan di dalamnya.

Nilai-nilai keindahan atau estetik atau keunikan karya seni memiliki prinsip sebagai berikut:

  1. Kesatuan (unity)
  2. Keselarasan (harmoni)
  3. Keseimbangan (balance)
  4. Kontras (contrast)

Nilai-nilai keindahan estetik di atas dapat menimbulkan perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa senang. Penerapan unsur estetika pada produk kerajinan sebagai hiasan sangat penting, karena produk kerajinan tersebut lebih mengutamakan keindahannya.

  1. Unsur Ergonomis

Unsur ergonomis karya kerajinan sering kali dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan dari produk kerajinan tersebut.

Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah sebagai berikut

  1. Keamanan(security)
    Keamanan atau Security adalah jaminan terciptanya keadaan aman bagi orang yang menggunakan produk kerajinan tersebut.
  2. Kenyamanan (comfortable)
    Kenyamanan atau Comfortable adalah kenyamanan jika produk kerajinan itu digunakan. Barang yang enak digunakan juga bisa disebut barang terapan. Produk kerajinan terapan merupakan produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
  3. Keluwesan (fexibility)
    Keluwesan (fexibility) adalah keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terapan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya.
    Produk terapan/pakai memiliki syarat untuk memberi kemudahan serta keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.

Sistem produksi adalah sistem integral yang terdiri dari komponen struktural dan komponen fungsional.

Komponen struktural yang membentuk sistem produksi yang terdiri dari:

  1. Bahan (material)
  2. Mesin dan peralatan
  3. Tenaga kerja modal
  4. Energi, informasi
  5. Tanah dan lain-lain

Sedangkan komponen fungsional terdiri dari

  1. Supervisi
  2. Perencanaan
  3. Pengendalian
  4. Koordinasi
  5. Kepemimpinan
  6. Semuanya berkaitan dengan manajemen dan organisasi

Suatu sistem produksi selalu berada dalam lingkungan sehingga aspek-aspek lingkungan seperti perkembangan teknologi, sosial dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah sangat mempengaruhi keberadaan sistem produksi tersebut. Produk kerajinan pada dasarnya diproduksi ulang dan diperbanyak dalam skala home industry. Oleh karena itu, dibutuhkan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi dalam proses perancangannya, seperti

  1. Menentukan Bahan atau Material Produksi

Di karya seni kerajinan, seorang pengrajin harus dapat menghubungkan bentuk serta fungsi sehingga karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsi, sementara bentuknya tetap indah. Pemilihan bahan dan material untuk pembuatan karya kerajinan sangat bergantung dengan sasaran pasar, hal ini dikarenakan material akan mendukung menilai bentuk, kenyamanan terutama dalam menggunakan benda terapan dan juga akan mempengaruhi kualitas dari barang tersebut. Bentuk selalu berkaitan dengan sentuhan keindahan atau estetika, karena itu dalam menciptakan suatu produk, seorang pengrajin harus menguasai unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, komposisi dan lain sebagainya.

  1. Menentukan Teknik Produksi

Mewujudkan sebuah produk kerajinan haruslah melalui cara atau teknik tertentu yang sesuai dengan bahan dasar kerajinan. Penguasaan teknik pada berkarya kerajinan akan menentukan kualitas produk kerajinan yang dibuat. Beberapa jenis kerajinan menggunakan alat serta ketrampilan khusus untuk mewujudkannya. Teknik produksi kerajinanpun disesuaikan dengan bahan, alat dan cara yang akan digunakan.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan dalam Memproduksi Kerajinan dari Limbah Berbentuk Bangun Datar

Terdapat sedikit karya kerajinan yang membutuhkan peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan hampir di semua proses berkarya kerajinan. Misalnya untuk alat-alat tulis gambar. Peralatan ini digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh jenis karya kerajinan, terutama saat membuat rancangan karya kerajinan tersebut.

Beberapa alat yang digunakan dalam berkarya kerajinan antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Pensil, yaitu alat yang biasanya digunakan untuk membuat sketsa.
  2. Spidol, biasanya dibuat dengan berbagai warna dan ukuran.
  3. Komputer, untuk kepentingan merancang karya dengan teknik digital.

Dikarenakan kemajuan teknologi saat ini, hampir semua fungsi alat yang dipergunakan dalam berkarya kerajinan relatif dapat dilakukan menggunakan komputer. Meskipun begitu, perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu. Bagaimanapun juga karya kerajinan membutuhkan kepekaan rasa yang sulit dihasilkan dengan program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimiliki manusia, berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Bahan berkarya kerajinan merupakan material habis pakai yang dipakai untuk mewujudkan karya kerajinan tersebut. Ada bahan yang berfungsi sebagai bahan utama atau medium dan ada juga bahan yang berfungsi sebagai penunjang. Ketika kita membuat sebuah karya kerajinan hiasan misalnya menggunakan bahan limbah kertas, maka kertas bekas sebagai bahan utamanya serta cat dan lem sebagai bahan penunjang.

Bahan untuk berkarya kerajinan bahan bekas dapat dikategorikan ke dalam bahan alami dan bahan sintetis.

Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya diambil dari alam. Bahan-bahan ini dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Bahan baku olahan adalah bahan-bahan alam yang sudah diolah terlebih dahulu sebelum melalui proses industri tertentu menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter khusus. Berdasarkan sifat materialnya, bahan berkarya kerajinan dapat juga dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahan cair dan bahan padat, dan sebagainya

Proses Produksi Kerajinan Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Pembuatan produk kerajinan dapat mengembangkan apresiasi terhadap karya dan budaya bangsa sehingga kita dapat bangga terhadap keanekaragaman budaya bangsa milik kita. Pembuatan produk kerajinan dapat melatih ketekunan bekerja, dengan banyak berlatih kita akan berani unjuk kerja dan unjuk hasil kerja, akhirnya akan memiliki sikap mental kreatif dan inovatif. Dan juga akan terbentuk sikap percaya diri, punya keberanian serta tidak ragu-ragu untuk bertindak sesuai dengan keyakinan dan perencanaannya, dan mampu berfikir kritis.

Sikap mental itu akan membentuk menjadi sikap mental produktif, kreatif, dan berani menghadapi resiko. Dalam proses produksi kerajinan seorang pengrajin harus memperhatikan 3 hal, yaitu sebagai berikut

  1. Bentuk

Bentuk pada produk kerajinan merupakan wujud secara fisik. Bentuk ini selalu bergantung pada sentuhan keindahan. Karena itu dalam proses penciptaan seorang pengrajin harus menguasai unsur-unsur seni seperti garis, tekstur, warna, ruang, bidang, dan sebagainya. Selain itu seorang pengrajin harus menguasai prinsip-prinsip seni seperti irama, keseimbangan, kesatuan, harmonisasi, kontras dan sebagainya.

  1. Fungsi

Pada proses pembuatan produk kerajinan seorang pengrajin harus memiliki kemampuan khususnya untuk menciptakan bentuk dan fungsi sehingga karya yang diciptakan dapat memenuhi fungsinya dan bentuknya tetap indah.

Dalam pembuatan produk kerajinan harus benar-benar memperhatikan aspek kenyamanan.

  1. Bahan

Pengetahuan, pemahaman dan penguasaan terhadap bahan harus dimiliki seorang pengrajin. Dengan adanya pemahaman terhadap bahan maka seorang pengrajin akan mampu menemukan teknik pengolahannya. Melalui teknik yang tepat akan dapat diciptakan karya kerajinan secara optimal karena setiap bahan selalu memiliki karakter yang berbeda-beda. Tanah liat misalnya, tanah liat berbeda karakternya dengan lilin. Semen berbeda karakternya dengan gips. Bahkan setiap jenis kayu memiliki karakter sendiri-sendiri.

Setiap bahan memerlukan teknik penggarapan yang berbeda-beda.

Karakter-karakter setiap bahan pada umumnya ditentukan oleh susunan unsur-unsur pembentuknya. Seorang pengrajin harus dapat memadukan aspek bentuk, fungsi, serta bahan agar hasilnya menjadi optimal. Ketiga aspek tersebut saling berkait dan bekerjasama. Berikut dijelaskan contoh proses produksi kerajinan dari bahan limbah kulit jagung.

  1. Perancangan Produk

Kulit jagung yang sepintas tidak berharga dapat menjadi karya kerajinan yang indah. Kulit jagung adalah limbah berbentuk bangun datar yang banyak ditemui di pasar tradisional. Banyak pedagang sayuran yang membuang kulit jagung ke tempat sampah. Dengan memanfaatkan limbah kulit jagung, sampah yang mencemari lingkungan dapat dikurangi.

Kulit jagung merupakan limbah basah, maka kulit jagung memiliki kandungan air yang tinggi. Kita dapat mengolahnya dengan proses sederhana dan relatif mudah seperti dengan memanfaatkan panas matahari hingga kering. Setelah kering kulit jagung dapat kita warnai, kemudian dikeringkan, dan diseterika agar lembarannya terlihat lebih halus dan rata dan mudah dibentuk. Dalam membentuk kulit jagung menjadi sebuah karya kerajinan memang diperlukan ketekunan, sehingga akan dapat dihasilkan karya kerajinan yang bagus dan menarik.

Kulit jagung dapat dimanfaatkan menjadi berbagai karya misalnya hiasan anyaman untuk keranjang atau tas, bunga, boneka, penghias wadah, hiasan pensil, hiasan bingkai foto, dan bentuk kerajinan lainnya. Berikut ini akan dijelaskan proses pembuatan karya kerajinan bunga dari kulit jagung. Bahan-bahan pendukung yang akan digunakan adalah kulit jagung, cat warna tekstil, benang, lidi, tali tampar, dan vas bunga.

  1. Alat Pendukung

Jenis dan fungsi peralatan untuk pembuatan karya kerajinan dari limbah kulit jagung adalah gunting

  1. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan sikap pada saat kita bekerja. Ini berkaitan dengan bagaimana kita memperlakukan alat dan bahan kerja, serta bagaimana mengatur alat dan benda kerja yang baik dan aman. Perlu diingat bahwa setelah proses pekerjaan selesai, bersihkan semua peralatan dan simpan pada tempat semestinya. Pastikan ruang kerja supaya tetap bersih, rapi, dan sehat.

  1. Teknik Pembuatan

Berikut ini adalah proses pembuatan produk kerajinan limbah kulit jagung.

  1. Menyiapkan rancangan
    Dalam membuat karya kerajinan dari limbah kulit jagung terlebih dahulu menyiapkan rancangan yang dikehendaki.
    Beberapa motif rancangan antara lain adalah bentuk macam-macam bunga, mainan dan lain-lain.
  2. Menyiapkan batang lidi
    Siapkan beberapa batang lidi untuk digunakan sebagai tangkai bunga. Batang lidi dapat memanfaatkan limbah tusuk sate, limbah kawat, sapu lidi, dan lain sebagainya.
  3. Menyiapkan kulit jagung
    Kulit jagung yang akan digunakan untuk kerajinan hiasan bunga diusahakan yang masih utuh dan kering.
    Untuk menghaluskannya dapat menggunakan setrika. Hal ini akan memudahkan di dalam pembuatan bentuk yang dikehendaki.
  4. Membelah atau menggunting kulit jagung
    Membelah atau guntinglah beberapa lembar kulit jagung menjadi lembaran-lembaran yang nanti digunakan untuk kelopak bunga sesuai yang diinginkan.
  5. Membentuk menjadi kelopak bunga
    Bentuklah lembaran-lembaran kulit jagung, secara memutar dan menekan sehingga menyerupai kepolak bunga.
  6. Menyiapkan tangkai bunga
    Agar kelopak bunga menjadi lebih menarik, kita balutkan kelopak bunga dengan menggunakan serabut kulit jagung yang sebelumnya telah kita warnai dan kemudian rekatkan juga beberapa lembar kulit jagung yang berbentuk kelopak bunga dengan menggunakan benang.
  7. Membuat bunga
    Bunga dibuat dengan cara menata kelopak bunga satu per satu dan diikatkan pada tangkai dengan menggunakan benang.
  8. Membuat bunga dan daun
    Kelopak bunga yang sudah selesai dibuat, kemudian bagian tangkainya dibalut dengan tali dan ditempelkan kulit jagung yang sudah diwarnai sebagai hiasan daun
  9. Memperbanyak tangkai bunga
    Lakukan langkah-langkah di atas secara berulang agar membuat model bunga yang berikutnya.
  10. Finishing karya
    Apabila jumlahnya telah mencukupi, maka bunga yang dibuat dari bahan dasar limbah kulit jagung itu siap untuk digunakan sebagai hiasan interior maupun eksterior rumah yang dapat diletakkan di atas meja. Bisa juga diletakkan pada tempat lain yang sesuai.

Pembuatan kerajinan bunga seperti contoh di atas hanya merupakan salah satu contoh sederhana dari pengolahan limbah kulit jagung menjadi suatu karya kerajinan. Limbah kulit jagung dapat dibuat menjadi kerajinan dalam bentuk lain misalnya boneka, gantungan kunci, dan sebagainya.

Limbah kulit jagung juga dapat dibuat karya kerajinan per kuntum atau per tangkai sehingga konsumen dapat membeli sendiri rangkaian bunga yang mereka kehendaki untuk dikreasikan menjadi karya kerajinan sesuai kreatiftas konsumen. Diharapkan dalam memanfaatkan bahan dari limbah berbentuk bangun datar lainnya menjadi karya kerajinan yang unik dan menarik serta memiliki daya jual yang tinggi.

Pengemasan Produk Kerajinan Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar

Pengertian Kemasan

Kemasan suatu produk memiliki banyak arti, selain sebagai wadah atau pembungkus yang berguna, juga untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya.

Tujuan Kemasan

Tujuan dari pengemasan produk kerajinan adalah sebagai berikut

  1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan
    Kemasan melindungi produk dalam proses pengiriman dari produsen ke konsumen.
  2. Kemasan dapat mendukung program pemasaran
    Melalui kemasan identifikasi produk akan jadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah terjadinya pertukanar terhadap produk lainnya.
  3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan
    Karena dapat meningkatkan laba perusahaan, maka perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin.
    Manfaat pengemasan produk kerajinan, adalah sebagai berikut.
    1. Produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan dari kerusakan akibat cuaca.
    2. Kemasan termasuk satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya, jadi dapat menjadi ciri pembeda produk.
    3. Kemasan yang menarik dapat menarik perhatian konsumen dan menambah daya tarik dari produk tersebut.
    4. Kemasan dapat menambah nilai jual produk.

Jenis bahan kemasan produk kerajinan

Jenis bahan kemasan produk kerajinan, adalah sebagai berikut.

  1. Kemasan Kertas

Kemasan kertas adalah kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium voil. Hingga kini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik atau logam. Hal ini dikarenakan kemasan kertas memiliki harga yang murah, mudah diperoleh, serta penggunaannya sudah sangat luas.

Kelemahan kemasan kertas adalah sifatnya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan.

  1. Kemasan Kayu

Kayu merupakan bahan pengemas terlama yang diketahui oleh manusia. Pemanfaatan kayu sebagai pengemas sudah dilakukan sejak tradisional bahkan digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain. Di negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak, kayu merupakan bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu. Namun hingga kini penyediaan kayu sebagai pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena makin langkahnya hutan penghasil kayu.

Desain kemasan kayu bergantung dengan sifat dan bobot produk, konstruksi kemasan, bahan kemasan dan kekuatan kemasan.

Penggunaan kemasan kayu seperti peti, tong kayu atau bahkan palet sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional.

Pengiriman produk kerajinan misalnya keramik sering kali dibungkus menggunakan peti kayu agar dapat melindungi keramik dari resiko pecah. Kemasan kayu sering digunakan sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya.

Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses alternatif dan bahanbahan teknik yang tepat untuk membuat kemasan yang lebih ekonomis.

  1. Kemasan Plastik

Kemasan yang paling banyak kita temui saat ini adalah kemasan plastik.

Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah diantaranya polietilen, polipropilen, poliester, nilon dan vinil flm.

Terdapat hampir 60% penjualan plastik yang ada di dunia memanfaatkan kemasan plastik seperti polistiren, polipropilen, polivinil klorida dan akrilik. Produk kerajinan banyak menggunakan kemasan plastik jenis akrilik.

Akrilik adalah sebutan untuk kristal termoplastik yang jernih dengan nama dagang Lucie, Barex dan Plexiglas.

Beberapa sifat akrilik adalah:

  1. Kaku dan transparan
  2. Penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya
  3. Memiliki titik leburnya rendah

Akrilik banyak digunakan untuk bahan pelapis bahan keras, dan dulunya digunakan untuk gigi palsu dan kacamata.

Produk karya kerajinan yang telah siap untuk dipasarkan sebaiknya dikemas secara baik agar terlihat lebih menarik dan terlindung dari kerusakan.

Kemasan dibuat harus memperhatikan jenis bahan dan bentuk produk kerajinannya. Kemasan untuk produk kerajinan yang terbuat dari bahan alam, dapat diberi silica anti jamur yang dapat dibeli di toko kimia.

Kemasan tidak hanya disiapkan untuk karya kerajinan yang dijual, tapi karya kerajinan yang akan dipamerkan.

Bahan untuk kemasan bisa dibuat dari bahan alam, atau bisa juga menggunakan bahan sintetis. Seperti pada karya kerajinan dari limbah kaca diberi kemasan kotak kayu, kerajinan aksesoris dari batu diberi wadah kotak dari kardus, kerajinan perhiasan diberi wadah kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya.

 

Masuk ke akun kamu

REK. BRI A.n yayasan darma bakti karya
401901007247533