PERENCANAAN USAHA KERAJINAN UNTUK PASAR LOKAL

Berdasarkan luasannya, pasar dapat dibedakan menjadi :

  1. pasar lokal; Pasar yang terbatas di lingkungan atau daerah yang sama dengan tempat produksi
  2. pasar nasional
  3. pasar global/ pasar internasional

Segmentasi pasar sasaran dapat dibedakan secara :

  1. geografis atau tempat
  2. demografis meliputi usia, gender, bangsa, etnis, pekerjaan, dan tingkat ekonomi
  3. psikografis meliputi karakter kelas sosial, gaya hidup dan kepribadian

Potensi Pasar

Pada prinsipnya, pasar terjadi karena adanya permintaan (dari pembeli) dan penawaran (dari penjual). 
Potensi pasar dapat diketahui melalui dua pendekatan, yaitu :
  1. pendekatan permintaan adalah pendekatan permintaan adalah pendekatan dengan mencari tahu kebutuhan dari pasar sasaran
  2. pendekatan penawaran adalah pendekatan penawaran adalah pendekatan yang mengandalkan pada kemampuan wirausaha untuk membuat produk inovatif
Kebutuhan pasar lokal dapat diketahui dengan melakukan pengamatan terhadap pasar sasaran, sedangkan ide dari pengembangan produk dapat diperoleh dengan mengenali kebiasaan pasar sasaran didaerah setempat. Yang dimaksud dengan pasar sasaran disini adalah kelompok pasar atau konsumen yang ditargetkan untuk membeli suatu produk, sehingga penetapan pasar sasaran suatu produk sangat penting dilakukan agar produk yang akan dibuat sesuai dengan pasar yang akan dituju.

Sumber Daya Material, Teknik, dan Ide Produk Kerajinan

Sumber daya usaha yang dibutuhkan untuk wirausaha kerajinan adalah bahan baku atau material, teknik dan alat, serta keterampilan. Wirausaha kerajinan untuk pasar lokal dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku, potensi teknik, dan keterampilan yang ada di daerah tersebut. Bahan baku atau material yang akan dimanfaatkan untuk memproduksi produk kerajinan harus memiliki jumlah yang cukup agar produk yang dihasilkan memiliki standar bentuk dan kualitas yang sama.

Teknik pembuatan produk tergantung dari materialnya. Perancangan produk didasari beberapa faktor pertimbangan, yaitu :
1. fungsi produk
2. pengguna produk
3. material atau bahan
4. teknik pembuatan
5. nilai estetis
6. harga jual

PERANCANGAN DAN PRODUKSI KERAJINAN UNTUK PASAR LOKAL

Data tentang pasar sasaran, potensi bahan baku, dan teknik sudah diketahui, beberapa kebutuhan dari pasar sasaran sudah diamati dan didiskusikan. Hal-hal tersebut akan menjadi dasar bagi langkah selanjutnya, yaitu perancangan produk kerajinan untuk pasar lokal.

Proses perancangan produk :

  1. pencarian ide
  2. pembuatan gambar atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian dikembangkan menjadi model dari kerajinan yang akan dibuat
  3. persiapan produksi. Produksi adalah membuat produk dalam jumlah tertentu sehingga siap menjadi komoditi yang akan dijual

Proses perancangan produk kerajinan :

  1. Mencari ide produk ( brainstroming )
  2. Rasionalisasi; adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan beberapa pertimbangan teknis
  3. Prototyping
  4. Penentuan desain akhir

Produksi Kerajinan untuk Pasar Lokal

Tahapan produksi secara umum terbagi atas :
  1. Pembahanan; adalah mempersiapkan bahan baku agar siap diproduksi
  2. Pembentukan; membentuk produk sesuai dengan prototype
  3. Perakitan; dilakukan bila produk terdiri dari beberapa bagian
  4. Finishing; penyelesaian akhir

Metode Produksi dan Keselamatan Kerja

Produksi dapat dilakukan dengan :
1. Metode tradisional
  • Satu orang melakukan setiap tahapan produksi
  • Kurang tepat digunakan untuk produksi dalam jumlah banyak karena produk yang dihasilkan sulit mencapai standar bentuk yang sama
2. Metode modern
  • Satu orang hanya melakukan satu tahap produksi
  • Lebih efisien dalam penggunaan waktu sehingga sesuai untuk produksi dalam jumlah banyak
Kelancaran produksi juga ditentukan oleh cara kerja yang memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Kemasan sebagai Bagian Penting Kerajinan untuk Pasar Lokal

Kemasan terdiri dari :
  1. kemasan primer adalah kemasan yang melekat pada produk
  2. kemasan sekunder ; kemasan berisi beberapa kemasan primer yang berisi produk
  3. kemasan tersier ; kemasan untuk distribusi
Fungsi kemasan produk kerajinan :
  1. melindungi produk dari benturan, debu, kotoran dan cuaca
  2. memberikan kemudahan membawa
  3. menambah daya tarik
  4. sebagai identitas atau brand dari suatu produk
Tidak semua produk kerajinan membutuhkan kemasan primer, namun setiap produk membutuhkan identitas. Identitas dapat berupa stiker atau selubung karton yang berisi nama dan keterangan. Pada produk fungsional dibutuhkan keterangan cara penggunaan produk. Keterangan cara penggunaan ini dapat dituliskan atau ditambahkan pada label.

PENGHITUNGAN HARGA JUAL PRODUK KERAJINAN UNTUK PASAR LOKAL

Harga jual produk

adalah sejumlah harga yang dibebankan kepada konsumen yang dihitung dari biaya produksi dan biaya lain di luar biaya produksi seperti biaya distribusi dan promosi

Biaya produksi

adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk terjadinya produksi barang.

Unsur biaya produksi :

  1. biaya bahan baku
  2. biaya tenaga kerja
  3. biaya overhead

Secara umum biaya overhead dibedakan atas :

  1. biaya overhead tetap, yaitu biaya overhead yang jumlahnya tidak berubah walaupun jumlah produksinya berubah
  2. biaya overhead variabel, yaitu baya overhead yang jumlahnya berubah secara proporsional sesuai dengan perubahan jumlah produksi
Yang termasuk ke dalam biaya overhead yaitu : biaya listrik, bahan bakar dan biaya lain-lain yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi

Metode Penghitungan Harga Pokok Produksi 

Metode penghitungan Harga Pokok Produksi dapat dibuat dengan 2 pendekatan, yaitu :
  1. Pendekatan Full Costing ; Biaya yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja produksi, dan biaya overhead ( tetap dan variabel ), serta ditambah dengan biaya nonproduksi, seperti biaya pemasaran, serta biaya administrasi dan umum
  2. Pendekatan Variable Costing ; Biaya yang memisahkan penghitungan biaya produksi yang berlaku variabel dengan biaya tetap. Biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja produksi, dan overhead variabel ditambah dengan biaya pemasaran variabel dan biaya umum variabel. Biaya tetap terdiri atas biaya overhead tetap, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi tetap dan biaya umum tetap.

Harga Pokok Produksi

Harga Pokok Produksi dihitung dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah produk. Penetapan Harga Jual Produk diawali dengan penetapan HPP/unit dari setiap produk yang dibuat. HPP/unit adalah HPP dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya, pada satu kali produksi dengan HPP Rp1.000.000,00 dihasilkan 100 buah produk, maka HPP/ unit adalah Rp1.000.000,00 dibagi dengan 100, yaitu Rp10.000,00. Harga jual adalah HPP ditambah dengan laba yang diinginkan.
 
Harga jual ditentukan dengan beberapa pertimbangan, yaitu :
  1. harga jual harus sesuai dengan pasar sasaran yang dituju
  2. harga jual dari pesaing
  3. target pencapaian Break Even Point  (BEP)
  4. jumlah keuntungan yang didapatkan

Metode Penetapan Harga Produk

Metode Penetapan Harga Produk secara teori dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu:
  1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (Supply and Demand Approach). Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada, ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan
  2. Pendekatan Biaya (Cost Oriented Approach). Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan, baik dengan markup pricing dan break even analysis
  3. Pendekatan Pasar (Market Approach). Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, dan sosial budaya
 
Masuk ke akun kamu

REK. BRI A.n yayasan darma bakti karya
401901007247533