Manajemen pembelajaran multikultural dilaksanakan guna memperlancar pembelajaran dengan dilibatkannya tahapan dalam manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan. Metode penelitian digunakan dengan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Manajemen pembelajaran multikultural di SMK Bakti Karya Parigi di gunakan dengan di bantu tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Manajemen tersebut digunakan untuk mempermudah dalam pelaksanaan pembelajaran multikultural di sekolah tersebut, dalam tahapan perencanaan di buatkan modul pembelajaran dan metode pembelajaran di setiap mata pelajaran. Tahapan pengorganisasian dilaksanakan dengan penempatan dewan guru yang sesuai dengan legalitas pembelajaran dan kemampuan dalam mengajar di dalam kelas. Pengawasan yang digunakan teng metode analisis hasil dan evaluasi dari program yang sudah dijalankan.
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang sangat majemuk, ditandai dengan berbagai macam suku, agama, etnis, budaya, bahasa daerah dan adat istiadat. Indonesia memiliki keunikan, dilihat dari konstruksi masyarakat yang beragam. Kemajemukan masyarakat Indonesia terlihat dari penyebaran agama yang berbeda. Keadaan Indonesia yang multikultural menuntut setiap orang untuk mampu membuka diri dalam menjalani kehidupan bersama, dengan melihat realitas plural yang telah melekat pada jati diri bangsa Indonesia sejak lama.
Pendidikan adalah cermin dari wajah suatu bangsa. Dalam proses pendidikan tersebut, suatu bangsa meletakkan harapan besar untuk mempersiapkan masyarakat dan generasi mudanya agar dapat mewarisi nilai-nilai luhur bangsa dan mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik dimasa yang akan datang Pendidikan yang baik dapat memberikan efek dalam proses penyadaran akan keberagamaan Indonesia melalui penguatan karakter generasi muda. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) merumuskan tujuan pendidikan Indonesia yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Penelitian ini dilakukan pada sekolah yang memiliki kriteria heterogen, baik suku, agama, sosial ekonomi, dan budaya. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling, Manajemen dalam pembelajaran yang direalisasikan mempunyai peranan dalam mengtur pembelajaran, supaya visi misi dari kurikulum yang digunakan dapat berjalan dengan baik.
TINJAUAN PUSTAKA
Pendidikan multikultural suatu pedagogik baru serta pandangan baru mengenai praksis pendidikan yang memberikan kesempatan serta penghargaan yang sama terhadap semua anak tanpa membedakan asal usul suku, ras dan agama mereka. Pendidikan merupakan usaha secara sadar untuk mewujudkan sesuatu pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Pendidikan diwujudkan dengan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Multikultural merupakan pembelajaran yang melibatkan berbagai keragaman budaya dan agama dalam sebuah lembaga pendidikan, program tersebut dijadikan sebagai metode pembelajaran dalam penerimaan dari berbagai ragam budaya yang berbeda. Manajemen merupakan rangkaian konsep yang diatur dengan berurutan dalam penyelesaian suatu permasalahan, dengan dibantu oleh tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Organisasi pembagian kerja yang berkaitan erat dengan fungsi perencanaan karena pengorganisasian pun harus direncanakan. Selanjutnya setelah menerapkan fungsi perencanaan dan pengorganisasian adalah menerapkan fungsi pengarahan. Pelaksanaan merupakan sebuah tindakan realisasi dari sebuah konsep yang sudah dibentuk, dan sebagai tindakan yang menyesuaikan dengan konsep yang sudah di atur. Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting dan perlu dilakukan pada setiap perusahaan, karena tanpa adanya pengawasan kemungkinan akan terjadinya penyelewengan, penyimpangan, atau pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Sekolah menengah Kejuruan di jadikan lembaga pendidikan yang memiliki ciri khas dalam proses pembelajaran. Secara umum, manajemen dapat dipahami sebagai ilmu yang dapat mempengaruhi atau memberdayakan sumber organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen dapat didefinisikan pula sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan yang dilakukan.
METODE PENELITIAN
Sumber data dalam penelitian ini digali melalui subjek penelitian yang sudah ditentukan dengan berbagai pertimbangan, yakni kepala sekolah, guru, dan siswa terkait proses implementasi pendidikan berbasis multikultural. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga teknik, yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik wawancara dilakukan dengan dengan menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan penelitian yang telah disusun sebelumnya, sesuai garis besar materi dan instrumen pertanyaan. Teknik observasi dilakukan dengan mencatat keseluruhan kegiatan dan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah.
PEMBAHASAN
Manajemen pembelajaran Multikultural di SMK Bakti Karya Parigi dimulai dalam tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Tahapan perencanaan dimulai dengan penyusunan modul pembelajaran yang disusun secara bertahap, yang digunakan dengan sistem konsep pembagian materi pembelajaran dalam jangka waktu satu bulan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran juga diatur dalam kurung waktu 1 minggu dengan di bagi pembelajaran dalam 3 hari di satu minggu digunakan untuk pembelajaran agama, dan tiga hari lagi untuk pembelajaran umum. Klopok pembelajaran dalam materi yang akan diajarkan di bagi ke dalam tiga bagian yang terdiri dari bagian ekologi, humaniora, dan multimedia. Perencanaan dalam pembelajaran ekologi guru pembimbing pembelajaran memberikan tema bahan pembelajaran, dan di kasih sepenuhnya kepada peserta didik untuk memilih materi pembelajaran yang sudah diajukan oleh guru bidang. Tahapan pengorganiasian dari pihak sekolah dalam mengatur pembelajaran di sekolah tersebut, menetapkan guru yang berkompeten di bidang materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Tahapan pelaksanaan dalam manajemen pembelajaran Multikultural di SMK Bakti Karya Parigi, dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan konsep yang sudah disusun, dan dilaksanakan didalam ruangan atau luar ruangan sesuai dengan materi pembelajaran. Tahapan pengawasan dilaksanakannya dengan metode pemantauan terhadap proses pembelajaran dan di evaluasi pada akhir bulan di dalam forum rapat antar guru di sekolah tersebut. Penambahan dalam pengawasan dan evaluasi untuk menambahkan gagasan dan ide dalam mengembangakan hasil dari program yang sudah dilaksanakan.
KESIMPULAN
Manajemen pembelajaran multikultural di SMK Bakti Karya Parigi di gunakan dengan di bantu tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Manajemen tersebut digunakan untuk mempermudah dalam pelaksanaan pembelajaran multikultural di sekolah tersebut, dalam tahapan perencanaan di buatkan modul pembelajaran dan metode pembelajaran di setiap mata pelajaran. Tahapan pengorganisasian dilaksanakan dengan penempatan dewan guru yang sesuai dengan legalitas pembelajaran dan kemampuan dalam mengajar di dalam kelas. Pengawasan yang digunakan teng metode analisis hasil dan evaluasi dari program yang sudah dijalankan.
Ditulis oleh : Abdul Holik, Hasmi Tazzqiatunnapsih, Usman Sidik (Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam STITNU Al Farabi Pangandaran)
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, D. B., Rahmawati, F. P., & Aditama, M. G. (2021). Pengembangan Sistem Klasifikasi Kepustakaan dengan Dewey Decimal Classification ( DDC ). 3(2), 152–160. https://doi.org/10.23917/bkkndik.v3i2.15734
Arifudin, M. (2021). Planning (Perencanaan) Dalam Manajemen Pendidikan Islam. MA’ALIM: Jurnal Pendidikan Islam, 2(02), 146–160. https://doi.org/10.21154/maalim.v2i2.3720
Fadilah. (2014). Tsanawiyah Negeri Cot Gue Kabupaten Aceh. Administrasi Pendidikan, 2(1), 89–96.
Khairiah, K., & Syarifuddin, S. (2020). Peran Manajemen Pendidikan dalam Masyarakat Multikultural. Nuansa : Jurnal Studi Islam Dan Kemasyarakatan, 13(1), 63–75. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/nuansa/article/view/3337
Raharja, S. (2010). pemasaran multikultural dalam peningkatan mutu pendidikan.pdf. Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(2), 29. https://media.neliti.com/media/publications/112791-ID-mengkreasi-pendidikan-multikultural-di-s.pdf
Rahman, A., Munandar, S. A., Fitriani, A., Karlina, Y., & Yumriani. (2022). Pengertian Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan Unsur-Unsur Pendidikan. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 1–8.
Saefrudin. (2006). Pengorganisasian dalam Manajemen. Jurnal Dirasah, 1999(December), 1–6.





