Bakti Karya Gelar Workshop Pasca Semester Ganjil

Kamis – 19 Desember 2019, SMK Bakti Karya Parigi menggelar kegiatan workshop bagi para guru dan kelas profesi bagi siswa yang belum pulang kampung atau berlibur. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari pukul 08.00 – 16.00 di Anjungan Jawa Barat – “Julang Ngapak”. Kegiatan yang dihadiri 12 orang pengajar tersebut sangat efisien mengingat kegiatan dilaksanakan pada masa liburan sekolah.

Pagi hari diselenggarakan kelas profesi yang diisi oleh Ka Panji Aseptian Pradana, Seorang aktivis yang pernah tergabung di berbagai pergerakan di Jakarta, salah satunya “Serikat Perempuan” Materi yang diselenggarakan berupa sharing mengenai kehidupan beliau sebagai aktivis. Selain itu, Ka Panji juga berencana menjadi relawan selama satu semester di SMK Bakti Karya. Selain sebagai aktivis, Ka Panji juga aktif memproduksi film dokumenter dan media publikasi yang berhubungan dengan isu sosial dan lingkungan.

Siang hari setelah pengukuran seragam tempur baru guru, dilaksanakan workshop pendidikan sekaligus penyusunan strategi awal untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada semester genap. Hadir dalam kegiatan tersebut 12 Guru dari SMK Bakti Karya Parigi. Selain menjadi peserta, beberapa di antaranya juga menjadi pemateri. Pak Dayat dan Ibu Fitri Suciawati memaparkan pendidikan ekologi yang telah diselenggarakan. Diantara permasalahn yang dihadapi adalah kesadaran dan konsistensi siswa yang beberapa diantara mereka tidak memiliki minat di bidang pertanian. Akan tetapi selain permasalahan psikologis, Pak Dayat juga memaparkan bagaimana dirinya menggunakan pembuktian empiris dalam mengenalkan pemahaman ekologis. Salah satu eksperimen observasi yang sedang dilaksanakan adalah pengamatan terhadap beras yang dihindarkan dari kontak udara langsung. Eksperimen tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai manfaat bakteri dan cendawan bagi kehidupan. Pak Dayat juga berharap kegiatan workshop pemahaman ekologis tidak hanya ditujukan bagi siswa, tetapi juga dilakukan bagi para guru untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai isu ekologis.

Materi kedua mengangkat isu kegiatan pendidikan di lingkungan masyarakat. Kepala sekolah Bapak Irpan Ilmi menyampaikan bahwa salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah menciptakan hoby sebagai daya tarik pendidikan masyarakat. Selain itu kedepan akan semakin banyak kegiatan yang membuat siswa berkontribusi dalam lingkungan masyarakat

“siswa didorong juga menjadi pematri bagi keterampilan keterampilan tertentu. Sehingga selain menjadi arena belajar, siswa memiliki portofolio kegiatan di lingkungan masyarakat”

Sementara menurut Pembina Pramuka, Bapak Jujun Junaedi, kegiatan Raimuna yang dilaksanakan 3 hari sebelumnya menjadi salah satu arena pendidikan bagi publik di luar SMK Bakti Karya. Harapannya semakin banyak kegiatan yang dapat menjadi wadah pembelajaran keberagaman di luar SMK Bakti Karya Parigi. “Pendidikan multikultural ini harusnya menjadi hak semua orang. Kalau pun tidak dapat dilakukan di semua tempat, setidaknya SMK Bakti Karya bisa menjadi jembatan” ujar beliau.

Kegiatan dilanjutkan dengan tukar pendapat mengenai proses pembelajaran selama satu semester kebelakang. Dari tukar pendapat tersebut dapat disimpulkan beberapa perubahan yang akan dilakukan dalam semester ganjil besok. Diantaranya, Assesment berupa pretest harus dilakukan untuk dapat memberikan gambaran dalam proses pembelajaran, Assesment setelah setiap materi dapat dicoba sebagai upaya pemenuhan materi yang belum tersampaikan bagi siswa tertentu. Selain itu, pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran juga akan diupayakan untuk memberikan penilaian siswa yang lebih holistik.

Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan diskusi kecil antara guru.

    Dapatkan Newsletter Dari Kami