Inilah poin penting pembicaraan Pak Wamen Dikdasmen saat berkunjung ke Kampung Nusantara

Beliau mengapresiasi langkah lembaga dalam mengupayakan penyelenggaraan pendidikan di SBK dalam kesederhanaan tetapi dengan gagasan yang tepat, menggunakan pertemuan dan hidup bersama sebagai cara untuk mengikis prasangka dan memperkuat rasa empati dan semangat persatuan.

Menurut Pak Wamen, perkembangan dunia yang semakin pesat dengan semakin canggihnya teknologi, bakal menggantikan profesi yang ada dan menciptakan profesi baru yang tidak terbayangkan. Modal terpenting untuk menghadapi masa depan seperti ini adalah dengan semakin mengasah soft skill, kemampuan beradaptasi dan ketangguhan. Program Kelas Multikultural yang telah satu dekade berjalan ini menjadi jalan yang relevan untuk menghadapi tantangan yang menimpa seluruh negara di dunia.

Pak Wamen memberitahukan bahwa pemerintah memiliki program pendidikan afirmasi untuk daerah 3T melalui program ADEM. Program ini dapat dimanfaatkan untuk SBK sehingga kolaborasi dengan pemerintah semakin maksimal terutama dalam membuka akses pendidikan bagi siswa dari daerah 3T.

Pak Wamen juga menyoroti pentingnya laboratorium sosial melalui program Kelas Multikultural yang mengkombinasikan tri pusat atau tri sentra pendidikan dengan konsep sekolah berasrama dan membaur di tengah masyarakat.

Melalui kehadirannya di SBK, merupakan bukti bahwa negara hadir dan turut mendukung penyelenggaraan pendidikan. Selain memberikan dukungan biaya pendidikan, Pak menteri juga mendoakan agar asrama yang sedang dibangun lancar proses pembangunannya.

Berikan Tanggapan

SMK Bakti Karya Parigi berupaya melibatkan semua pihak untuk merencanakan, menjalankan dan mengawasi lembaga pendidikan ini. Jika anda memiliki kritik, masukan dan saran atas informasi ini , silahkan tinggalkan tanggapan melalui form di bawah.

Masuk ke akun kamu

SUPPORT US